ARISANBERRY
SELALU DIHATI
Perkenalan
saya sekitar tahun2008 dengan arisanberry terjadi secara tidak sengaja.
Komunitas milik perempuan pengguna BB ini sedang mencari sponsor untuk
lauching. Perusahaan tercinta tempat saya berkontribusi, memberikan green light untuk men-support akomodasi acara tersebut.
Pucuk dicinta ulam tiba. Saat itu saya belum berkeinginan memiliki BB.
Mahal harganya. Kebutuhan saya belum sampai kesanalah. Awalnya saya kekeuh gak mau berpaling dari HP sejuta umat.
Ndilalah pasca launching sayapun tergoda mencoba gadget buatan Kanada
tersebut. Mudah dan simple. Dengan BB memperoleh teman menjadi sangat mudah.
Urusan kantorpun menjadi lancar karena bisa mengakses email dari gadget.
Konsep
dari Arisanberry penggabungan offline dan online arisan. Komunikasi serta
pengumpulan dananya dilakukan via online, dan penarikan arisan secara offline.
Mantabek!! Saya pikir interaksi nyata dalam dunia nyata jauh lebih penting.
Sebulan sekali pertemuan antar member dilakukan dengan kemasan semenarik
mungkin dengan bonus toping edukatif
seperti sosialisasi dari pakar kesehatan atau kecantikan. Wes ta la gak rugi !!
Tak
jarang "miring" diluar
acara arisan sering terjadi. Entah sekedar sharing info, bikin theme, explore feature BB. Lega bisa lepas
sejenak dari rutinitas. Suka, bahagia, sedikit menggila, itu sedikit profile
member Arisanberry Surabaya. Arisanberry bak multilevel marketing. Setiap
member membawa downlinenya. Semula member hanya 8 Jeng Jeng, sekarang tak
kurang 400an jeng jeng tergabung dalam komunitas milik kaum perempuan. Ada yang
teman seprofesi, mitra bisnis, teman sekolah, bahkan sekeluarga ibu anak
menantu adik kakak.
Arisanberry
yang beranggotakan dari berbagai profesi dan lintas pulau memang keren. Tak
jarang tukar jajanan antar pulaupun terjadi. Seru memang. Disetiap acarapun
keseruan serta keunikan menjadi dayatarik yang menarik. Selalu ada host
per grup untuk meng-arrange acara seru. Tema arisanpun selalu dibuat cerah
untuk menambah gairah [sstt jangan parno]. Tampil dengan DC super keren setiap
acara, ngarep bisa menyabet best dress [hadiahnya menggoda bahkan sebanding
dengan effort]. Tema
kartinian, kebayaan, pakaian nusantara, colorful, pulkadot, motif
bunga, batik, pastel, sex and the city sampe "halowen
party" semua sudah pernah
dijadikan keharusan dresscode.
Disetiap acara arisan selalu bertabur voucher belanja, voucher discount, voucher makan bahkan voucher hotel. Dresscode super keren. Photobooth corner siap menunggu. Menu makanan yang menggoda. Pengundian doorprize di akhir acara selalu dinanti. Sahabat baru selalu bertambah. Saya bahagia telah memilih gabung di Arisanberry yang selalu memberi.
Ternyata
perkenalan saya dengan arisanberry memberikan banyak manfaat positif. Adanya
project nulis buku antologi "dibalik arisan" telah memberikan peluang
untuk menulis. Berani menerima ajakan talkshow di radio. Berani mengikuti
beberapa lomba. semua pengalaman baru tersebut saya dapatkan dari komunitas
tersebut.
Arisanberry
cukup kreatif dan produktif. Dua buku antologi karya jeng jeng sudah
terwujud, yang pertama bertitel "women project" dan "kedua
dibalik arisan". Bangga dan bahagia. Selalu ada karya mempesona di setiap
tahunnya.
Berbagi
dengan hati pernah terjadi ditahun 2011, dengan memberikan penyuluhan tentang
menjaga kebersihan kewanitaan yang diakhiri acara pemeriksaan papsmear gratis
kepada 500 perempuan yang tinggal di rusun penjaringan Surabaya. Keberagaman
pengalaman, profesi, latar belakang pendidikan, menjadi penguat untuk saling
berkontribusi terbaik di setiap acara. Bahkan ibu walikota Tririsma selalu
berkenan hadir beberapa acara Arisanberry. Hebat kan??
Banyak
keseruan yang mengasikan selama bergabung di Arisanberry. Segala hal
selalu menyenangkan manakala semua jeng jeng (panggilan keren di arisanberry)
berkumpul, berceloteh, bercengkerama. Bahasan seru sampe saru. Sesekali bahasan
penuh maknapun terjadi. Tak jarang ngobrol ngalor ngidulpun jadi. Memang, ada
juga konflik antar member. Namanya komunitas banyak orang, tidak semua member punya
keinginan dan pemikiran yang homogen.
Penutup
dan Saran:
Bijaklah
dalam memilih komunitas. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Jangan
mengharap keuntungan lebih jika diri sendiri tidak berkontribusi lebih buat
komunitas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar