Senin, 17 Juni 2013

ARISANBERRY SELALU MEMBERI




ARISANBERRY SELALU DIHATI

Perkenalan saya sekitar tahun2008 dengan arisanberry terjadi secara tidak sengaja. Komunitas milik perempuan pengguna BB ini sedang mencari sponsor untuk lauching. Perusahaan tercinta tempat saya berkontribusi, memberikan green light untuk men-support  akomodasi acara tersebut.  Pucuk dicinta ulam tiba. Saat itu saya belum berkeinginan memiliki BB. Mahal harganya. Kebutuhan saya belum sampai kesanalah. Awalnya saya kekeuh gak mau berpaling dari HP sejuta umat. Ndilalah pasca launching  sayapun tergoda mencoba gadget buatan Kanada tersebut. Mudah dan simple. Dengan BB memperoleh teman menjadi sangat mudah. Urusan kantorpun menjadi lancar karena bisa mengakses email dari gadget. 

Konsep dari Arisanberry penggabungan offline dan online arisan. Komunikasi serta pengumpulan dananya dilakukan via online, dan penarikan arisan secara offline. Mantabek!! Saya pikir interaksi nyata dalam dunia nyata jauh lebih penting.  Sebulan sekali  pertemuan antar member dilakukan dengan kemasan semenarik mungkin dengan bonus toping edukatif seperti sosialisasi dari pakar kesehatan atau kecantikan. Wes ta la gak rugi !!

Tak jarang "miring" diluar acara arisan sering terjadi. Entah sekedar sharing info, bikin theme, explore  feature BB. Lega bisa lepas sejenak dari rutinitas. Suka, bahagia, sedikit menggila, itu sedikit profile member Arisanberry Surabaya. Arisanberry bak multilevel marketing. Setiap member membawa downlinenya. Semula member hanya 8 Jeng Jeng, sekarang tak kurang 400an jeng jeng tergabung dalam komunitas milik kaum perempuan. Ada yang teman seprofesi, mitra bisnis, teman sekolah, bahkan sekeluarga ibu anak menantu adik kakak.

Arisanberry yang beranggotakan dari berbagai profesi dan lintas pulau memang keren. Tak jarang tukar jajanan antar pulaupun terjadi. Seru memang. Disetiap acarapun keseruan serta keunikan menjadi dayatarik yang menarik.  Selalu ada host per grup untuk meng-arrange acara seru. Tema arisanpun selalu dibuat cerah untuk menambah gairah [sstt jangan parno]. Tampil dengan DC super keren setiap acara, ngarep bisa menyabet best dress [hadiahnya menggoda bahkan sebanding dengan effort]. Tema kartinian, kebayaan, pakaian nusantara, colorful, pulkadot, motif bunga, batik, pastel, sex and the city sampe "halowen party" semua sudah pernah dijadikan keharusan dresscode.

Disetiap acara arisan selalu bertabur voucher belanja, voucher discount, voucher makan bahkan voucher hotel. Dresscode super keren. Photobooth corner siap menunggu. Menu makanan yang menggoda.  Pengundian doorprize di akhir acara selalu dinanti. Sahabat baru selalu bertambah. Saya bahagia telah memilih gabung di Arisanberry yang selalu memberi.  

Ternyata perkenalan saya dengan arisanberry memberikan banyak manfaat positif. Adanya project nulis buku antologi "dibalik arisan" telah memberikan peluang untuk menulis. Berani menerima ajakan talkshow di radio. Berani mengikuti beberapa lomba. semua pengalaman baru tersebut saya dapatkan dari komunitas tersebut. 


Arisanberry cukup kreatif dan produktif. Dua buku antologi karya  jeng jeng sudah terwujud, yang pertama bertitel "women project" dan "kedua dibalik arisan". Bangga dan bahagia. Selalu ada karya mempesona di setiap tahunnya.  

Berbagi dengan hati pernah terjadi ditahun 2011, dengan memberikan penyuluhan tentang menjaga kebersihan kewanitaan yang diakhiri acara pemeriksaan papsmear gratis kepada 500 perempuan yang tinggal di rusun penjaringan Surabaya. Keberagaman pengalaman, profesi, latar belakang pendidikan, menjadi penguat untuk saling berkontribusi terbaik di setiap acara. Bahkan ibu walikota Tririsma selalu berkenan hadir beberapa acara Arisanberry. Hebat kan??

Banyak keseruan yang mengasikan selama bergabung di Arisanberry. Segala hal selalu menyenangkan manakala semua jeng jeng (panggilan keren di arisanberry) berkumpul, berceloteh, bercengkerama. Bahasan seru sampe saru. Sesekali bahasan penuh maknapun terjadi. Tak jarang ngobrol ngalor ngidulpun jadi. Memang, ada juga konflik antar member. Namanya komunitas banyak orang, tidak semua member punya keinginan dan pemikiran yang homogen.  

Penutup dan Saran:
Bijaklah dalam memilih komunitas. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Jangan mengharap keuntungan lebih jika diri sendiri tidak berkontribusi lebih buat komunitas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar