Kamis, 23 April 2015

ada KARTINI di dadaku


Semangat Kartini memang seru banget. Bisa menginspirasi seluruh perempuan Indonesia . Sayapun termasuk . Saya  telah membaca sekelumit kisah hidup Kartini, pesan kegigihan dalam membangkitkan semangat kebangsaan melalui gagasan emansipasi perempuan memang keren[salut].

Di era kekinian,  semangat Kartini selalu hidup dalam jiwa saya. Agar saya bisa berkontribusi maksimal baik untuk pekerjaan, keluarga  dan  lingkungan social.

Sejak berkontribusi di Telkomsel pada tahun 1996 sampai saat ini, SEMANGAT  selalu saya jadikan modal utama untuk setiap aktivitas yang saya jalani tetap me-NYALA. 


Sebagai perempuan masa kini , kita harus mampu memberdayakan diri untuk meningkatkan kualitas hidup melebihi kapasitas dan kapabilitas Kartini. 

Rabu, 08 April 2015

KARTINI kekinian




Satu orang berdaya bisa melakukan perubahan. Itulah Kartini. Buah pemikiran Kartinilah perempuan Indonesia bisa semaju saat ini. Kini perempuan Indonesia bisa mengecap manisnya kebebasan. Bebas berkarya,  berpikir baik aspek pendidikan ataupun ekonomi

Saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi Kartini sejak dini dengan berkarya serta berkontribusi terbaik kepada Telkomsel  maupun lingkungan sekitar, &menjadi teladan buat anak saya

Keberadaan Kartini telah mengispirasi saya melakukan hal bermakna dengan bergabung di Kelas Inspirasi. Saya bahagia bisa mendonasikan waktu sehari untuk berbagi ilmu di sekolah marginal Surabaya

Selamat hari kartini
Semoga saja makin banyak perempuan berdaya yang bisa membuat Indonesia keluar dari kegelapan menuju terang


Senin, 17 Juni 2013

NYETIR BUKAN NYENGIR



Saya sedikit “terpaksa” termasuk penikmat mengendarai mobil sendiri tanpa sopir. Alasan utamanya memang penghasilan belum mencukupi untuk ‘share penghasilan” ke  driver. Buat saya men”nyopir” kendaraan bisa jadi aktivitas keren yang menyenangkan. Saya merasa kece paripurna saat duduk manis dibelakang kemudi [baca nyopir]. PD tingkat dewapun terjadi saat sun glases [baca kocomoto ireng] sudah nempel  di hidung. Menurut saya wanita bisa nyetir sangatah keren dan terkesan mandiri. Sebagai wanita pekerja, yang belum mampu menggaji sopir, tuntutan mandiri menjadi suatu keharusan. Kebisaan  saya menyetir terjadi saat usia sudah menginjak 26 tahun dan dalam KK sudah tertera nama 2 anak [sedikit telat kali ya].

Pemerintah Arab Saudi melarang perempuan menyetir kendaraan. Alasannya untuk menghindari kecelakaan serta menyetir bisa berakibat wanita  lebih sering meninggalkan rumah [bener bangets pake s] Pemerintah beralasan hal itu dinilai kurang baik. Kondisi ini sangat kontras dengan Indonesia, pemandangan kaum hawa mengendarai mobil sendiri hampir 25% memenuhi jalanan. Sampai  pengendara  taxi atau bis pun seorang wanita
.
Saat ini mobil sudah menjadi tempat paling sering di kencani setelah rumah dan kantor. Banyak barang seperti buku, baju kerudung sepatu, sandal, tas mukena dll saya simpan di bagasi.  Jadi jangan kaget kalo mencari sesuatu barang tidak ada di kedua tempat, carilah di mobil. Bahkan temen saya menyimpan 25-30 koleksi sepatunya di dalam bagasi mobil.. wow luar biasa.

Duduk dibelakang setir sambil menikmati siraman rohani dari alm KH Zainnudin MZ merupakan rutinitas menyenangkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Jalanan  boleh semakin padat merayap, dan bising semriwing oleh banyaknya volume kendaraan. Hati harus tetap adem agar ketenangan bathin selalu terjaga. Saat kebosanan melanda, ada music asyik yang siap menemani. Ikut bernyanyi, sesekali berteriak sambil menggoyangkan kepala mengikuti alunan irama. Duh indah banget. Air mineral, makanan ringan, permen jangan samapi lupa. Tak jarang dandanpun juga saya lakukan dimobil demi mengejar “clock in” tepat pukul 08:00.

Ada banyak cara menghilangkan kejenuhan dalam berkendara. Kreativitas perlu dimainkan. Mengganti rute perjalanan, berangkat kerja lebih awal, memutar music yang sedikit ngebeat.  Rute standart memang sudah ada, sesekali mencoba rute yang agak jauh dengan view real estate mewah yang tampak asri juga menarik  sambil berandai-andai  saya memiliki kesempatan punya rumah super mewah seperti itu. Asyik kan?

Pengalaman mengasikan berkendara yang tak terlupakan saat saya & anak anak, serta sahabat [Sri Mardiati] nekat menempuh perjalanan darat dari Palangkaraya ke Banjarmasin yang berjarak 195 km dengan kondisi jalan bukan aspal, dan kiri kanan masih hutan. Yang kedua yang tak kalah seru adalah saat ngebut dijalan tol Gunungsari ke Bandara yang saya dalam waktu yang relatif singkat karena kecepatan mencapai 140km/jam saking khawatir tertinggal pesawat.

Banyak manfaat yang didapat dengan berkendara sendiri. Hemat biaya, hemat waktu, praktis tidak bergantung sama orang lain dan menambah kekerenan. Jadi, buat wanita manapun wajib untuk bisa mengendarai mobil. wow 

ARISANBERRY SELALU MEMBERI




ARISANBERRY SELALU DIHATI

Perkenalan saya sekitar tahun2008 dengan arisanberry terjadi secara tidak sengaja. Komunitas milik perempuan pengguna BB ini sedang mencari sponsor untuk lauching. Perusahaan tercinta tempat saya berkontribusi, memberikan green light untuk men-support  akomodasi acara tersebut.  Pucuk dicinta ulam tiba. Saat itu saya belum berkeinginan memiliki BB. Mahal harganya. Kebutuhan saya belum sampai kesanalah. Awalnya saya kekeuh gak mau berpaling dari HP sejuta umat. Ndilalah pasca launching  sayapun tergoda mencoba gadget buatan Kanada tersebut. Mudah dan simple. Dengan BB memperoleh teman menjadi sangat mudah. Urusan kantorpun menjadi lancar karena bisa mengakses email dari gadget. 

Konsep dari Arisanberry penggabungan offline dan online arisan. Komunikasi serta pengumpulan dananya dilakukan via online, dan penarikan arisan secara offline. Mantabek!! Saya pikir interaksi nyata dalam dunia nyata jauh lebih penting.  Sebulan sekali  pertemuan antar member dilakukan dengan kemasan semenarik mungkin dengan bonus toping edukatif seperti sosialisasi dari pakar kesehatan atau kecantikan. Wes ta la gak rugi !!

Tak jarang "miring" diluar acara arisan sering terjadi. Entah sekedar sharing info, bikin theme, explore  feature BB. Lega bisa lepas sejenak dari rutinitas. Suka, bahagia, sedikit menggila, itu sedikit profile member Arisanberry Surabaya. Arisanberry bak multilevel marketing. Setiap member membawa downlinenya. Semula member hanya 8 Jeng Jeng, sekarang tak kurang 400an jeng jeng tergabung dalam komunitas milik kaum perempuan. Ada yang teman seprofesi, mitra bisnis, teman sekolah, bahkan sekeluarga ibu anak menantu adik kakak.

Arisanberry yang beranggotakan dari berbagai profesi dan lintas pulau memang keren. Tak jarang tukar jajanan antar pulaupun terjadi. Seru memang. Disetiap acarapun keseruan serta keunikan menjadi dayatarik yang menarik.  Selalu ada host per grup untuk meng-arrange acara seru. Tema arisanpun selalu dibuat cerah untuk menambah gairah [sstt jangan parno]. Tampil dengan DC super keren setiap acara, ngarep bisa menyabet best dress [hadiahnya menggoda bahkan sebanding dengan effort]. Tema kartinian, kebayaan, pakaian nusantara, colorful, pulkadot, motif bunga, batik, pastel, sex and the city sampe "halowen party" semua sudah pernah dijadikan keharusan dresscode.

Disetiap acara arisan selalu bertabur voucher belanja, voucher discount, voucher makan bahkan voucher hotel. Dresscode super keren. Photobooth corner siap menunggu. Menu makanan yang menggoda.  Pengundian doorprize di akhir acara selalu dinanti. Sahabat baru selalu bertambah. Saya bahagia telah memilih gabung di Arisanberry yang selalu memberi.  

Ternyata perkenalan saya dengan arisanberry memberikan banyak manfaat positif. Adanya project nulis buku antologi "dibalik arisan" telah memberikan peluang untuk menulis. Berani menerima ajakan talkshow di radio. Berani mengikuti beberapa lomba. semua pengalaman baru tersebut saya dapatkan dari komunitas tersebut. 


Arisanberry cukup kreatif dan produktif. Dua buku antologi karya  jeng jeng sudah terwujud, yang pertama bertitel "women project" dan "kedua dibalik arisan". Bangga dan bahagia. Selalu ada karya mempesona di setiap tahunnya.  

Berbagi dengan hati pernah terjadi ditahun 2011, dengan memberikan penyuluhan tentang menjaga kebersihan kewanitaan yang diakhiri acara pemeriksaan papsmear gratis kepada 500 perempuan yang tinggal di rusun penjaringan Surabaya. Keberagaman pengalaman, profesi, latar belakang pendidikan, menjadi penguat untuk saling berkontribusi terbaik di setiap acara. Bahkan ibu walikota Tririsma selalu berkenan hadir beberapa acara Arisanberry. Hebat kan??

Banyak keseruan yang mengasikan selama bergabung di Arisanberry. Segala hal selalu menyenangkan manakala semua jeng jeng (panggilan keren di arisanberry) berkumpul, berceloteh, bercengkerama. Bahasan seru sampe saru. Sesekali bahasan penuh maknapun terjadi. Tak jarang ngobrol ngalor ngidulpun jadi. Memang, ada juga konflik antar member. Namanya komunitas banyak orang, tidak semua member punya keinginan dan pemikiran yang homogen.  

Penutup dan Saran:
Bijaklah dalam memilih komunitas. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Jangan mengharap keuntungan lebih jika diri sendiri tidak berkontribusi lebih buat komunitas.